Chimul Chimol

follow us

Tuesday, 12 March 2013

Hanya Kamu Yang Paling Berharga dan KuSayangi


Dalam sebuah rumah mewah, hiduplah sepasang suami istri. Mereka sangat harmonis, rezekipun sudah berlimpah dan sudah meraih kehidupan yang mapan.

Namun setelah 10 tahun menikah mereka belum juga dikarunia seorang anakpun. Mereka benar-benar saling mencintai, tetapi karena desakan berbagai pihak akhirnya si suami setuju untuk menceraikan istrinya karena dianggap tidak mampu memberinya seorang anak sebagai pewaris. Setelah berdebat lama & cukup sengit, si istri yang terluka hatinya akhirnya menyerah.

Melalui percakapan berkali-kali dengan berat hati orang tua mereka menyetujui dengan syarat, sebelum bercerai mereka harus mengadakan pesta perpisahan layaknya pesta pernikahan mereka dulu.

Maka pesta megah pun diselenggarakan, pesta yang tidak membahagiakan siapapun. Si Suami tampak tertekan dan meneguk anggur sampai mabuk berat, sementara si istri sesekali menghapus air matanya.

Disaat tak terduga si suami yang mabok dengan lantang berkata, "Istriku, saat kau pergi nanti, semua barang berharga atau apa pun yang kau sukai dan kau sayangi, boleh kau bawa dan menjadi milikmu!" Setelah berkata demikian ia kembali meneguk anggur sampai tak sadarkan diri.

Keesokan harinya dengan kepala berat si suami terbangun dan sadar bahwa ia tidak tidur di kamarnya. Ia tidak mengenali kamar itu selain sosok yang sudah dikenalnya bertahun-tahun disampingnya, yaitu istrinya. "Ada di manakah kita? Apakah aku masih mabuk & bermimpi?" Dengan penuh cinta si istri menjawab, "Kita di rumah orang tuaku. Tadi malam, didepan para tamu kamu mengatakan bahwa aku boleh membawa apa saja yang kusayangi. Di dunia ini tidak ada yang lebih berharga & kusayangi dengan sepenuh hatiku selain kamu. Karena itu kamu kubawa kemari kerumah orang tuaku"

Si suami termenung dan segera menyadari betapa besar rasa sayang istrinya itu , lalu ia memeluk istrinya, "Maafkan aku sayang, karena aku berpikir dan bertindak bodoh dan tidak menyadari dalamnya cintamu padaku. Walau aku telah menyakitimu dan ingin menceraikanmu, tetapi kau malah membawaku bersamamu".

Pesan Moral:
Dalam sebuah pernikahan, seorang suami harus lebih mengasihi istri daripada keinginan untuk menginginkan anak, demikian juga dengan istri kalau hanya karena menginginkan anak lalu keduanya Harus bercerai maka perlu dipertanyakan Komitmennya.

Karena berkah yang paling utama dalam sebuah ikatan pernikahan adalah pasangan kita, bukan hanya anak. Anak itu merupakan berkah tambahan dan pelengkap di dalam kehidupan suami istri, yang berkomitmen setia sampai maut saja yang memisahkan mereka.

Semoga cerita diatas bisa membuat kehidupan rumah tangga jadi makin harmonis karena pada dasarnya kehidupan suami istri itu harus bisa menunjukan rasa saling menyayangi dan bisa menempatkan pasangan pada prioritas pertama dan berprinsip bahwa dalam sebuah rumah tangga tidak ada hal yang terlebih penting dari pasangan kita .

Semoga bermanfaat bagi yang sudah berumah tangga dan bagi yang masih single mungkin bisa mengambil hikmahnya.

Blog ini dibuat oleh Yandi Mulyadi.

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:

Show Parser Hide Parser

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.