Chimul Chimol

follow us

Friday, 13 February 2015

Naruto The Last Movie Part V - Text


Ledakan meteor malam itu menciptakan lubang besar di belakang Konoha. Tapi malam itu, masalah bukan hanya itu saja. Masih ada satu lagi masalah yang lebih penting, penculikan Hanabi. Untuk itu, sebagai Hokage Kakashi telah menyiapkan orang-orang pilihan. Sai, Sakura, Shikamaru, Naruto, dan Hinata.


"Misi kalian adalah untuk menyelamatkan Hyuuga Hanabi yang telah diculik." ucap Kakashi. "Kalian akan bertugas sebagai kelompok dengan empat orang anggota di bawah pimpinan Shikamaru. Aku melakukan ini karena permintaan Hinata sendiri untuk ikut dalam misi ini."

"Terimakasih.."

"Shikamaru, coba ulurkan telapak tanganmu." ucap Kakashi.

"Eh?" Shikamaru pun melakukannya. Lalu, perempuan yang waktu itu ikut dalam rapat lima kage, pengawal Kakashi mengeluarkan suatu jutsu dan menanamkan sebuah jam aneh berbentuk lingkaran di telapak tangan Shikamaru.

"Apa ini?"

"Itu adalah jam super rahasia yang hanya dimiliki oleh lima kage." ucap Kakashi sambil menunjukan telapak tangannya, yang juga mengandung jam tersebut.


"Untuk apa jam ini?" tanya Naruto.

"Itu adalah hitungan mundur sampai Bumi ini hancur." ucap Kakashi.
"Eh?"

"Aku tak mengerti.." ucap Shikamaru. "Lalu kenapa ini dibutuhkan dalam misi penyelamatan Hanabi?"

"Toneri, orang yang menculik Hanabi kemungkinan adalah orang yang telah memanipulasi Bulan." ucap Kakashi.

"Kenapa kau bisa beranggapan begitu?"
"Cuma firasat.." ucap Kakashi.


Dan tanpa banyak tanya lagi misi pun dimulai. Mereka terbang di atas langit bersalju, menaiki burung raksasa karya Sai.

"Di sekitar sini.." ucap Sai, dari atas hutan yang sebelumnya diledakan oleh orang-orang itu. "Disinilah aku kehilangan jejak para penculik Hanabi itu."

"Mari kita berpencar untuk mencari petunjuk.." ucap Shikamaru. "Naruto, kau jagalah Hinata baik-baik."

"Ya, aku paham!!" ucap Naruto. Merekapun berpencar. Semuanya pergi seorang diri, kecuali Naruto yang bersama dengan Hinata.


"Apa?" tanya Naruto ke Hinata, yang ia rasa sejak tadi terus memikirkan sesuatu.
"Ah tidak.." Hinata kembali mengamati sekitar dengan Byakugannya.

Hinata kemudian menemukan sesuatu. "Itu.." merekapun mendarat. Hinata menggali salju, dan ternyata di sana ada sebuah kunai. Kunai yang waktu itu dibawa oleh Hanabi. "Ini adalah.. kunai milik Hanabi." ucap Hinata.


Hinata memasukannya ke atas.

"Eh?" Naruto kaget saat tak sengaja melihat isi dari tas itu. Isinya adalah syal yang sudah rusak waktu itu, yang kelihatannya sudah ia perbaiki kembali. "Kau membawa syal? lalu kenapa kau tak memakainya? ini kan dingin.."

"A-aku baik-baik saja.." ucap Hinata. "Sebaiknya kita segera memberitahu Shikamaru dan yang lainnya tentang ini.."

"Ya, kau benar.."


Merekapun kembali berkumpul, dan setelah memberitahukan apa yang sudah mereka temukan. Kelompok itu kembali melanjutkan pencarian. Kali ini Hinata dan Naruto berada di depan. Hinata mengamati dengan Byakugannya.

"Apa yang kau lihat, Hinata?" tanya Shikamaru.
"Sumber air panas di balik air terjun.."

"Eh?"


Merekapun pergi untuk menyelidiki tempat itu, sebuah kolam luas dengan air hangat berwarna hijau yang tersembunyi di dalam gua. "Apa yang bisa kau lihat di dasar kolam ini, Hinata?"

"Aku tak bisa melihatnya, pandangan Byakuganku seperti dihalangi.."
"Dihalangi?"


"Kalau begitu kita harus turun langsung dan melihatnya sendiri.." ucap Naruto, lalu ia melepas syalnya supaya tidak basah.

"Kau ini, memangnya kenapa kalau syal itu basah?" tanya Sakura.
"Syal ini sangat berarti bagiku.." ucap Naruto.

Mendengarnya Hinatapun menunduk.


"Sepertinya itu tidak perlu.." ucap Sai. "Aku sudah coba menyentuh air ini, tapi tanganku tidak basah sama sekali." jelasnya. Yah, itu memang bukan air biasa. Naruto dkk sama sekali tidak basah saat memasukan diri mereka ke dalam sana.

Merekapun memulai perjalanan menyelam mereka, dan Naruto menggunakan syalnya.


Mereka terus menyelam, melewati lapisan air lainnya, melewati kolam air penuh batu-batu bulat besar yang mengambang layaknya Bulan di langit. Melihat hal itu, sesuatu terjadi..

Naruto dan yang lainnya..
Tempat itu membawa mereka masuk ke alam genjutsu..

"Kalau dunia akan berakhir besok, siapa orang yang ingin kalian ajak untuk menghabiskan hari terakhir kalian?" tanya pak guru Iruka pada murid-muridnya.

"Mana mungkin dunia berakhir!" ucap Naruto dengan senyum nakalnya.

"Yah, anggap saja bulannya jatuh dan menghancurkan Bumi." ucap Iruka.
"Kalaupun Bumi harus hancur, kuharap yang jatuh bukan Bulan, tapi daging.." ucap Chouji, dan kompak satu kelas pun tertawa.

Tapi benar saja, Bulan jatuh dan menghancurkan gedung akademi.


Kepulan asap dari ledakan itu membuat murid batuk-batuk, termasuk Naruto. Dan ketika asap itu menghilang, Naruto sudah berada di arena ujian Chuunin.

"Pertandingan babak ketujuh, Uzumaki Naruto melawan.."

"Inuzuka Kiba."

"Ini.. Ujian Chuunin?" Naruto bingung.

"Naruto!! Jangan sampai kalah melawan orang seperti itu!!" teriak Sakura dari lantai atas.


Naruto masih bingung, sementara Kiba tanpa basa-basi langsung mengeluarkan jutsu dan menyerangnya. "Hei hei tunggu Kiba!!"

Naruto masih bingung, ia tak tahu kalau saat ini ia sedang tenggelam dalam dunia genjutsu, genjutsu yang akan membawa kembali kenangan-kenangan dari masa lalunya. Dan sama seperti Naruto, Hinata pun mengalami genjutsu tersebut.

"Naruto-kun.. saat ini ia sedang menghadapi Pain.."


"Naruto-kun bertarung sendirian.."

"Banshou Tennin!!" Pain menarik tubuh Naruto, yang saat itu berada di mode sage dan menghantamkannya ke tanah.

"Naruto-kun.."

Naruto dan Hinata sama-sama tertidur di alam genjutsu. Dan entah bagaimana, syal yang Hinata taruh di tasnya secara perlahan mengalir keluar menuju Naruto. Syal itu seolah menghubungkan mereka, dua ninja yang terbaring di alam maya..


Ujian Chuunin, setelah pertarungan itu, Hinata menyerahkan sebuah kotak obat untuk Naruto. Sambil menunduk malu-malu, Hinata memberikannya dengan menggunakan kedua tangannya.

"Apa ini?" tanya Naruto.

"Cuma obat salep.." ucap guru Kurinai, pembimbing Hinata.
"Kenapa kau memberikan ini padaku?"
"Terima saja, Naruto.."

"Hmm, makasih ya!!" ucap Naruto. Tapi kemudian..

"Banshou Tennin!!" Pain menarik tubuh Naruto.



Kenangan masa lalu mulai bercampur. Naruto ditarik dan kemudian tubuhnya dihempaskan ke tanah. Pain kemudian memakunya, menusuk-nusuk tubuh Naruto dengan batangan hitam itu. Sampai kemudian, Hinata datang dan membantunya.

"Kenapa.. kau datang kemari?" tanya Naruto.
"Kau bukan tandingannya!!"

"Kali ini.. aku ingin menyelamatkanmu, Naruto-kun." ucap Hinata.


"Selama ini aku selalu menangis, dan menyerah bahkan sebelum mencoba. Aku sudah membuat banyak kesalahan. Tapi, kau selalu menolongku, menolongku untuk menuju jalan yang benar, Naruto-kun.."

"Aku selalu memperhatikanmu. Aku ingin menggapaimu. Aku ingin bisa bersamamu sepanjang waktu. Selalu berjalan di sebelahmu."

"Kau sudah mengubahku, Naruto-kun.."

"Senyummu sudah menyelamatkanku. Karena itulah, demi melindungi Naruto-kun, aku tak peduli meski aku harus mati!! Karena.. aku mencintaimu, Naruto-kun.."


***

Naruto The Last Movie Part VI - Text

Blog ini dibuat oleh Yandi Mulyadi.

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:

Show Parser Hide Parser

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.