Chimul Chimol

follow us

Friday, 13 February 2015

Naruto The Last Movie Part VIII - Text

Malam hari, Naruto dan yang lainnya membangun perkemahan di tengah hutan. Naruto tidur di atas dahan pohon, sambil mengamati sekitar. Lalu tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang. Hinata. Diam-diam, Hinata pergi dari tendanya.

Naruto mengikutinya, dan ternyata Hinata pergi ke tempat yang diterangi cahaya, duduk di atas sebuah batu besar sambil merajut syal merah yang sebelumnya rusak itu.

Naruto tak mau mengganggunya dan diam saja.


Keesokan harinya, mereka melanjutkan pencarian dengan menunggangi empat burung Sai seperti biasanya. Dengan kemampuan Byakugannya, Hinata mampu melihat ke arah yang sangat jauh. "Aku bisa melihat ada kota 20 kilo meter dari sini.." ucapnya.

"Yosh, ayo ke sana!" ucap Shikamaru.
Naruto diam saja.

Singkat cerita merekapun sampai, kota yang sepertinya lebih mirip reruntuhan kota kuno yang sudah ditinggalkan. Bentuk dan corak bangunannya begitu primitif, pepohonan tumbuh liar di dinding-dinding dan atap bangunan coklat berbentuk kotak-kotak itu.


"Kota ini dbangun beberapa abad yang lalu." ucap Shikamaru. "Mari kita berpencar dan mencari petunjuk."

Mereka berpencar dan di sisi Sai..
Di tengah jalan ia menemukan sebuah kunai yang telah usang.

"Jadi dulunya ini desa Shinobi ya.."


Di sisi Sakura, ia melihat cahaya. "Api?"

Lalu Shikamaru, ia masuk dalam ruangan yang gelap, lalu menggunakan api untuk pencahayaan. Dan saat dilihat, di sana ada tumpukan tengkorak manusia yang sangat banyak.

"Apa ini?"

"Apa dulu di tempat ini telah terjadi perang?"

Hinata masuk ke dalam sebuah ruangan dan berteriak, "Kyaaa!!"
Naruto yang masih di luar pun khawatir. "Hinata!!"

Namun setelah menyusulnya ternyata teriakan Hinata cuma karena serangga. "Ini.. sarang laba-laba.." ucap Hinata.


"Kamu ini bisa melihat jauh dengan Byakugan, tapi malah menabrak jaring laba-laba yang ada di depan mata, ada-ada saja.." Naruto membersihkan jaring di rambut Hinata. Hinata diam saja.


Mereka kemudian melanjutkan pencarian. "Naruto-kun.."

"Ada apa?"

"Umm.. syal yang biasa kamu pakai mana?"
"Ah.."

Naruto tak menjawabnya, malah memberinya air yang Naruto ambil dari sumber air di tempat itu. "Di bawah sana tadi panas, jadi minumlah.."


"Ya.." Hinata meminumnya. Kemudian tanpa lanjut membahas masalah syal tadi, mereka melanjutkan pencarian, menaiki tangga-tangga yang jumlahnya banyak tempat itu, memasuki ruangan gelap, melompat-lompat di tiang raksasa..

"Aku merasa agak dingin.." ucap Hinata.
"Ya iyalah, pakaianmu seperti itu.." ucap Naruto.

"Ta-tapi kan.. ini seragam misiku!" ucap Hinata.


"Tapi kalau dinginnya cuma segini, tak apa kan.." ucap Naruto.

Hinata tertawa kecil. "Kenapa??"
"Ah bukan apa-apa.." ucap Hinata.
"Kenapa sih?"
"Sudah kubilang tak ada apa-apa kan.."
"Ayolah bilang.."
Hinata tertawa lagi.

Malam hari, mereka merebus mie instant di sebuah bangunan tua.


"Aah, enak sekali!" Naruto menghabiskan mie instannya dan berdiri.
"Eh? Mau pergi ke suatu tempat?"

"Cuma mau melihat-lihat saja.." ucap Naruto.

Tapi saat ia keluar, "Hyaa!!" sesuatu seperti menabrak Naruto sampai ia melompat-lompat. Tapi ternyata tadi itu cuma jaring laba-laba. "Jaring laba-laba?"

"Apa kau baik-baik saja?"
"Ya.."


"Ukhh.." Naruto kesakitan.
"Ada apa?"

"Sepertinya tadi punggungku terbentur.." ucap Naruto.

"Ini.." Hinata kemudian menyerahkan sekotak obat salep, obat yang sama seperti yang pernah Hinata berikan padanya dulu saat Ujian Chuunin.

"Terimakasih.." Naruto menerimanya. "Oh iya.. kau juga memberiku yang seperti ini saat ujian Chuunin dulu kan.."

"Masih ingat ya.."

"Sebenarnya, aku mengingatnya lagi baru-baru ini.." ucap Naruto.


Selanjutnya Naruto berusaha untuk mengoleskan salep itu ke punggungnya. Tapi sekuat tenaga, sekeras mungkin ia berjuang sampai keringat mengucur dari wajahnya, Naruto tak bisa menggapai punggungnya yang sakit itu dengan tangannya.

Akhirnya Hinata pun membantunya mengoleskan salep..



"Makasih ya.." ucap Naruto setelah punggungnya selesai diobati. Hinata memasukan kembali obat itu ke tasnya, dan tak sengaja ia menjatuhkan kunai Hanabi yang ada di tas itu.

Mereka melihat kunai itu..

"Kita harus bergegas menyelamatkan Hanabi." ucap Naruto.
"Naruto.. ada sesuatu yang sebenarnya ingin kubicarakan denganmu." ucap Hinata.
"Apa?"

"Tentang yang kau ucapkan saat boneka Toneri muncul.."
"Toneri?"

"Ah, ternyata kalian di sini.." Sai tiba-tiba saja muncul dari jendela. "Hinata, kami membutuhkanmu untuk mengecek sesuatu." ucapnya.


***

Naruto The Last Movie Part IX - Text

Blog ini dibuat oleh Yandi Mulyadi.

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:

Show Parser Hide Parser

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.