Chimul Chimol

follow us

Friday, 13 February 2015

Naruto The Last Movie Part X - Text

Hinata telah pergi. Pergi meninggalkan Naruto bersama lelaki yang baru saja dikenalnya itu. Naruto sedih. Sedih sekali. "Hinata.." ucap Naruto dari hatinya yang paling dalam.

Tapi Naruto tak mau berdiam diri lama-lama. Masih ada banyak yang tak bisa ia terima. Naruto membuat beberapa Kage Bunshin, lalu menggunakan itu sebagai pijakan untuk mengejar Toneri yang membawa terbang Hinata.

Namun dalam perjalanan, musuh muncul dan menghalangi jalan Naruto.


Naruto mampu menghindari beberapa tembakan cahaya yang musuh lancarkan, namun pada serangan kesekian, Naruto tak mampu menjaga keseimbangannya dan terhempas. Untukng saja, burung Sai datang cepat dan menyelamatkannya.

Shikamaru, Sai, dan Sakura datang di waktu yang tepat.
Mereka membalas serangan musuh dengan melempar kertas-kertas peledak.

"Kembalikan Hinata!!" teriak Naruto, yang saat ini berdiri di burung raksasa Sai.

"Mengembalikannya?" Toneri membalikan badannya, melihat dengan tatapan tenang ke arah Naruto. "Hinata datang padaku atas kemauannya sendiri.."

Hinata masih terdiam di balik rangkulan tangan Toneri.


"Hal ini sudah ditakdirkan sejak zaman dahulu." ucap Toneri. "Hinata dan aku akan menikah."

"Menikah? Hinata.." Naruto melihat Hinata dengan penuh harapan, "Itu semua bohong, kan?"

Hinata menutup matanya. Dan dengan itu, sosok Hinata seolah makin menjauh dari diri Naruto.

Toneri kemudian menembakan bola energi berwarna hijau cerah dari telapak tangannya. Tembakan itu mengarah tepat ke Naruto. Naruto berusaha menahannya dengan rasengan oranye yang sejak tadi ada di telapak tangannya.

Namun kekuatan hijau itu seolah menelan rasengan Naruto, lanjut mendorong tubuh Naruto, masuk dan kemudian menarik sejumlah besar chakra oranye yang berada di dalam tubuh Naruto.

"Chakraku.."

Chakra kuat dalam jumlah yang sangat besar keluar dari diri Naruto, membentuk gumpalan energi yang jatuh dan meledakan hutan di bawahnya.


Naruto menjadi benar-benar tak berdaya. Ia ikut terjatuh ke dalam ledakan yang sangat kuat itu. Ledakan yang menghancurkan sebagian kecil dari Bulan.

"Apa yang kau lakukan!?" tanya Hinata ke Toneri.
"Aku tak mau ada pertarungan yang tak berguna dan membuatmu berada dalam bahaya.." ucap Toneri.

Toneri lalu menggunakan kekuatan cahaya hijaunya untuk menghilangkan energi Hinata.

Setelah ledakan tadi, Naruto terus meluncur. Meluncur pelan, perlahan namun pasti makin jauh dengan Hinata. Lalu syal merah yang Hinata berikan tadi.. tak ada gunanya sama sekali.

Syal yang ia buat dengan penuh perasaa itu pelan-pelan hangus terbakar oleh api dari ledakan tadi. Lenyap menjadi serpihan abu, sama seperti harapan Naruto.

"Hinata..."


Bulan semakin hancur. Bongkahan demi bongkahan yang berasal darinya berjatuhan ke Bumi.

Malam itu, Bumi benar-benar panik. Sejumlah besar penduduk dibawa untuk mengungsi ke tempat yang dianggap aman.

"Cepat sedikit!!" orang-orang yang jumlahnya sangat banyak itu saling berdesakan.
"Aku tak bisa maju oi!! Di depan penuh!!"
"Hei, tetap mengantri!! Jangan panik!!"

"Tempat berlindung telah selesai dibangun." ucap Tsunade, si pemimpin pengungsian itu dari atas bukit. "Untuk melindungi seluruh penduduk Negara Api!!"


"Kumohon tenanglah, jangan panik.." ucap Shizune, yang ikut membantu proses antrian para penduduk.

Sementara di langit, tampak meteor terus berjatuhan. Tak hanya di Negara Api, negara-negara lain juga sibuk melindungi penduduk mereka.

Mizukage kelima, Mei Terumi menggunakan jutsu semburan air berbentuk apinya untuk menahan salah satu meteor, lalu tembakan lava untuk menahan yang lain. Namun, jumlah meteor yang berjatuhan terlalu banyak.

Satu dua meteor tetap jatuh menghantam daratan.

Di sisi Tsuchikage, ia terbang dan menggunakan elemen debunya untuk mengurung dan meledakan meteor sebelum meteor itu sampai ke permukaan Bumi. Namun gara-gara encoknya yang terus kumat, tak banyak meteor yang bisa ia hentikan. Ledakan terus terjadi.


Kembali ke sisi Shikamaru dan yang lainnya, Sai baru menyadari dimana mereka saat ini. "Jadi.. kita ini sedang berada di Bulan?"

"Yah, dan kemungkinan gua tempat kepiting raksasa itu menyimpan gelembung-gelembungnya adalah jalan yang menghubungkan antara Bumi dan Bulan." ucap Shikamaru, sambil memandangi jam di telapak tangannya, yang menandakan kalau Bumi tak lama lagi akan hancur.

Sementara itu di seberang ruangan, tampak Sakura yang sedang berusaha untuk memulihkan kesadaran Naruto.

"Bagaimana kondisinya?" tanya Shikamaru.
"Parah.." ucap Sakura.


"Sebagian besar chakranya telah ditarik keluar."

"Hinata.." dalam tidurnya Naruto menyebut-nyebut nama Hinata.

"Jadi akhirnya kau menyadarinya juga, dasar bodoh.." ucap Sakura.

Sama seperti Naruto, saat ini Hinata juga tampak sedang tak sadarkan diri, terbaring di sebuah kasur empuk milik Toneri.

"Cantik sekali.." Toneri berdiri memandangi Hinata di sebelahnya.

Toneri memunculkan apa yang ada di pikiran Hinata dengan kekuatannya, dan gambar yang muncul adalah wajah Naruto.



Untuk sesaat Toneri terdiam lalu bertanya, "Kenapa dia?"

Hari berlalu, dan akhirnya Hinata terbangun. "Dimana aku?" Hinata bertanya-tanya. Namun setelah melihat pemandangan di balik jendela yang ada di seberang kamar itu, Hinata menyadarinya. "Ini adalah.. kastil Toneri."


Hinata tak mau membuang waktu dan langsung mencari-cari adiknya. Hingga akhirnya sampailah ia di dalam ruangan tempat Hanabi terbaring. "Hanabi.."

Hinata melihat wajah adiknya yang dibalut perban.

"Matanya telah diambil.."

"Hinata.." Hinata teringat dengan kata-kata Toneri waktu itu ketika mereka berada di dalam gua penuh bola kenangan.

"Hinata, menikahlah denganku." ucap Toneri waktu itu.
"Menikah?"


"Apa yang kau bicarakan? Cepat kembalikan Hanabi!" ucap Hinata.

"Adikmu berada di kastilku." Toneri menyelimuti dirinya dan Hinata dengan bola besar mirip layar berbentuk cekung yang menampilkan gambar Hanabi, yang sedang terbaring di sebuah kamar.

"Hanabi!"

"Aku telah mengambil Byakugannya." ucap Toneri asli yang berada di sebelah Hanabi.


"Kau... jahat sekali..." ucap Hinata.
"Maaf.." ucap Toneri. "Ini adalah kehendak langit Hamura."

"Hamura?"

"Hamura Otutsuki, pendiri dari shinobi yang ada di Bulan. Mungkin kau akan lebih mengerti kalau kukatakan dia itu adalah adik dari Rikudo Sennin, pendiri dari shinobi yang ada di Bumi."

"Kalian para klan Hyuuga mewarisi darah Hamura.."

***

Naruto The Last Movie Part XI - Text

Blog ini dibuat oleh Yandi Mulyadi.

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:

Show Parser Hide Parser

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.