Chimul Chimol

follow us

Sunday, 12 April 2015

Naruto The Last Movie Part XVI - Text

Sakura dan Sai telah sampai di dalam ruangan tempat Hanabi berada. Hanabi masih tertidur di atas ranjang itu, dengan mata dibalut perban.

"Hanabi.."

"Malang sekali.. padahal dia cuma anak-anak." ucap Sai.


Sakura melihat ke sebelah ruangan. Di atas meja, tampak syal merah yang waktu itu Toneri hancurkan. Potongan-potongan kain itu masih berserakan di sana. Sakura memegangnya dan makin mengkhawatirkan Hinata.

"Hinata.."

Di sisi Naruto dan Hinata, saat ini mereka telah berada di hadapan bola cahaya kuning besar yang tak lain adalah Tenseigan.

"Kalau kita menghancurkan ini, Bulannya akan berhenti mendekat." ucap Hinata.
"Yosh, aku akan menggunakan Rasengan."
"Tidak.." ucap HInata.
"Eh?"


"Ada jutsu segel yang melindungi mata ini. Hanya orang yang memiliki darah Homura yang bisa menyentuhnya. Orang lain yang mencoba, chakranya hanya akan diserap olehnya.."

Hinata melangkah perlahan mendekati bola raksasa itu, lalu membentuk chakra ungu berwujud kepala singa di masing-masing tangannya.

Hinata kemudian melompat, lalu melancarkan jutsu pukulan ke bola raksasa itu. Bak kilatan listrik, chakra ungu menyambar Tenseigan. Namun, selanjutnya tak terjadi apa-apa, serangan tadi masih belum cukup kuat.

"Aku tak bisa menghancurkannya!?" Hinata kaget.


Naruto berpikir sejenak, lalu ia memegang telapak tangan kiri Hinata dengan tangan kanannya. "Hinata, coba alirkan chakramu padaku.." ucapnya.

"Eh?"

"Dengan begitu kita berdua mungkin bisa membelahnya."

Hinata tersenyum dan mengangguk.

Hinata mengalirkan chakranya. Chakra ungu Hinata dan chakra oranye Naruto kini melebur, makin melebur dan menyatu.


Mereka berdua lalu melompat, membentuk rasengan yang diselimuti chakra berbentuk kepala singa dan menghantamkannya ke bola besar itu. Efeknya luar biasa. Kilatan chakra yang menyerupai listrik ungu menjalar di sana, jauh lebih kuat dari serangan sebelumnya.


Tenseigan hancur, terpecah menjadi bola-bola yang ukurannya jauh lebih kecil, terpecah menjadi bola-bola Byakugan.

"Tenseigan itu.. gabungan dari banyak Byakugan?" ucap Naruto.

Bersamaan dengan hancurnya Tenseigan, boneka-boneka yang menjadi lawan Shikamaru, Sakura dan Sai berhenti bergerak dan terjatuh.

"Eh?"

Dunia itu berubah menjadi gelap.

"Hokage-sama!!" lapor ajudan Kakashi di Bumi, "Bulannya sudah berhenti mendekat!!"
"Eh!?"


Kakashi melihat ke arah jam di telapak tangannya dan ya, hitung mundurnya telah berhenti. Sementara itu di Kumogakure, pengisian chakra senjata itu sudah mencapai 95 persen.

"Kapasitas chakra 95%"

"96.."

"97.."

"98.."

"99.."

"100%"

Raikage pun langsung memberi perintah untuk menembakannya.
"Meriam Difusi Chakra, tembak!!"

Bee menarik tuasnya dan tembakan chakra langsung melesat ke luar angkasa, melesat dan menyebar, lalu menyebar lagi. Tembakannya bercabang.



Serangan itu sukses menghancurkan meteorit-meteorit yang masih beterbangan di orbit Bumi.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Kakashi masih bingung.

"Pesan darurat dari Kumogakure!!" ucap Ino. "Rapat Lima Kage akan segera diadakan."

Rapat jarak jauh dengan peralatan komunikasipun dilakukan.
"Semua meteorit telah berhasil dihancurkan." ucap Raikage.
"Jadi selama ini kau menyembunyikan senjata seperti itu, eh? kelihatannya kami harus berhati-hati.."
"Lupakan dulu masalah itu, Tsuchikage." ucap Mizukage.


"Setelah pengisian chakra selanjutnya, kami akan meledakkan Bulan."
"Meledakkan Bulan?"

Di Bulan, Naruto dan yang lainnya telah berkumpul kembali.
"Shikamaru!!"

"Hinata, apa kau baik-baik saja?"
"Ya.. maafkan aku." ucap Hinata sambil menundukan wajahnya.
"Ucapan maafnya nanti saja, ngomong-ngomong apa yang terjadi? matahari buatannya menghilang.."

"Kami telah menghancurkan Tenseigan, yang menjadi sumber energi semua yang ada di sini." ucap Naruto. "Harusnya Bulan juga sudah berhenti mendekati Bumi."


"Eh?" Shikamaru membuka sarung tangan yang menutupi jamnya. Dan memang, sama seperti jam yang ada di telapak tangan Kakashi, waktu hitung mundurnya telah berhenti.

Tapi apa semuanya telah selesai?
Tidak.

Toneri, saat ini ia berada di ruangan itu, ruang tempat hancurnya Tenseigan, tempat bola-bola Byakugan melayang..

"Harta yang didapat dari pengorbanan mata seluruh klanku.. harta Ootsutsuki.. berani-beraninya mereka.."


***

Naruto The Last Movie Part XVII - Text

Blog ini dibuat oleh Yandi Mulyadi.

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:

Show Parser Hide Parser

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.