Chimul Chimol

follow us

Friday, 26 June 2015

Naruto The Last Movie Part XVIII - Text

Kakashi pergi ke ruang medis, menemui Hiashi yang masih terbaring lemas di ranjangnya. Ada sesuatu yang ingin Hiashi sampaikan padanya, yaitu, "Jangan hancurkan Bulan."

"Aku sangat yakin Hanabi dan Hinata berada di Bulan."
"Apa maksudmu?" ucap kaget Kakashi.


"Kabar buruk!!" ucap asisten Kakashi yang datang tiba-tiba.
"Ada apa?"

"Kyuubi terlihat di permukaan Bulan!!"
"Eh!?"


Kyuubi memang masih berada, chakra membara berwujud rubah berekor sembilan itu masih terus bertarung menghadapi monster batu raksasa. Meski Kyuubi berhasil menghancurkannya dengan Bijuudama, namun reruntuhan monster itu menyatu kembali.

Monster itu berteriak, dan bersamaan dengan itu bebatan berjatuhan bagai meteor dari angkasa. Mereka berjatuhan, dengan Kyuubi sebagai sasarannya. Namun meski dengan tubuhnya yang besar, Kyuubi cukup lincah untuk menghindari semuanya.

Di Kumo, pengisian chakra terus dilakukan.
"Raikage-sama!! Ada pesan darurat dari Hokage-sama!!"

"Apa yang ingin ia katakan di saat-saat genting seperti ini?"

Raikage pun menuju ruang konferensi untuk mengadakan pembahasan kembali dengan para Kage. Kakashi menjelaskan semuanya, "Tolong tahan dulu meriam chakranya, Naruto dan yang lainnya berada di Bulan."

"Berarti mereka harus dikorbankan demi umat manusia yang ada di Bumi. Kami tetap akan menembakan meriam chakranya." ucap Raikage.


"Raikage.."
"Apa!?"

"Aku juga meminta padamu untuk menahan meriam chakranya." ucap Kazekage Gaara.
"Aku juga setuju."
"Mizukage!?"

"Naruto adalah pahlawan pada perang besar sebelumnya. Dia layak untuk kita andalkan."
"Tsuchikage?"

"Satu jam saja." ucap Kakashi. "Tapi bagi mereka, satu jam itu berarti seumur hidup mereka, yang tak bisa digantikan."

"Kenapa kau bisa berasumsi seperti itu?"
"Cuma firasat.." ucap Kakashi.


"Hinata, apa kau baik-baik saja??" tanya Naruto pada Hinata setelah sebelumnya mereka berdua terseret arus serangan Toneri. Naruto masih berada di mode chakra Bijuu.

"Uh-uh.." Hinata berusa auntuk berdiri kembali namun Bamm!!

Sesuatu tiba-tiba saja jatuh di hadapannya. Begitu keras, kepulan asap tercipta dan setelah menghilang tampak kalau itu adalah Toneri. Toneri datang dan menangkap Hinata kembali.

"Aku akan membawanya kembali." ucapnya.

"Hinata, kau tontonlah semuanya dari sana.." Toneri melempar Hinata masuk ke sebuah kurungan.

Hinata terkurung.


"Hinata!!"

Naruto berlari. Toneri menyerangnya dengan tembakan-tembakan bebatuan. Tapi sama seperti apa yang sebelumnya Kyuubi lakukan, Naruto bisa menghindari semuanya. Hampir semuanya. Kecuali satu yang terakhir.

"Naruto-kun!!"

Naruto tertimpa batu bulan, namun dengan kekuatannya ia mampu menghancurkannya dan keluar, lalu melancarkan serangan balasan, melemparkan Rasenshruiken kuning ke arah Toneri.

Burung yang menjadi pijakan Toneri terkena serangan dan terbelah menjadi dua, namun Toneri berhasil menghindari serangan itu.

Toneri balas menyerang dan terjadilah aksi saling serang chakra kuning dan hijau.



"Dunia yang diciptakan oleh Rikudo Sennin adalah sebuah kesalahan." Toneri mempersiapkan serangan berikutnya. "Akan kulenyapkan kau bersama dengan Bumi!!"

Narutopun bempersiapkan serangannya.

"Aku tak akan membiarkan Bumi hancur!!"

Bamm!!! Serangan mereka berdua saling beradu.

Naruto dan Kyuubi, mereka berdua terus bertarung melawan musuh masing-masing.

"Rasen-rampage!!!"

Naruto melancarkan serangan kedua. Namun kali ini Toneri membalas dengan serangan yang tak main-main.


Toneri menciptakan laser oranye besar menyerupai pedang, yang tinggi menjulang ke angkasa, lalu menebaskannya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

"Naruto-kun!!"

Serangan Toneri begitu kuat, hanya dalam beberapa detik pedangnya mampu memotong daratan tempat mereka bertarung secara penuh. Serangan Toneri memotong Bulan itu sendiri.


"A-apa itu.."

Goresan di Bulan terlihat jelas dari Bumi. Di Konoha, semuanya hanya bisa menonton dan mengharapkan yang terbaik untuk Naruto dan yang lainnya.

"Bulannya.."

"Bulannya terbelah menjadi dua!!"

Tak hanya di Konoha, di Kumogakure..
"Hei Hokage.."

"Waktunya tinggal sepuluh menit."



***
Naruto The Last Movie XIX - Text

Blog ini dibuat oleh Yandi Mulyadi.

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:

Show Parser Hide Parser

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.